1 Comment

Aerodinamika pada F1 (Part 4 – selesai)


Bismillah…

Tak terasa, akhirnya tulisan ini menjadi tulisan penutup pembahasan kita tentang komponen – komponen yang mempengaruhi aspek aerodinamika pada mobil Formula One (F1). Tidak lupa ane ingetin kepada teman – teman yang mungkin belum baca tulisan ane part 1, part 2 dan part 3, monggo dibaca dulu supaya sempurna wawasannya, sekalian itung – itung promosi ! hehehe…

Winglets

Winglet adalah komponen aerodinamis tambahan (optional) yang ditempatkan pada sidepods dan menghadap ke arah belakang. Winglet berfungsi meningkatkan downforce yang terbentuk pada mobil agar grip pada ban semakin baik. Winglet biasanya hanya digunakan pada sirkuit – sirkuit tertentu yang membutuhkan downforce yang lebih tinggi seperti di Monte Carlo, Hungaroring dan Monaco.

1

Gambar 1. Winglet yang dipasang pada sidepods Toyota TF106 2006

2

Gambar 2. Winglet yang dipasang pada sidepods BMW-Sauber F1.06

Rear Wheel Scallops

Komponen satu ini berbentuk seperti sirip, terletak di sisi samping sidepods persis di depan roda belakang dimana terjadi fenomena yang dinamakan “coke bottle effect”. Kegunaan scallops adalah untuk memperbaiki airflow yang menuju ke roda belakang serta mempengaruhi airflow disekitar roda belakang sehingga dapat memaksimalkan efisiensi diffuser.

3

Gambar 3. Rear wheel scallops pada Williams FW26 2004

4

Gambar 4. Rear wheel scallops milik Renault R26

Diffuser

Diffuser adalah komponen yang terletak di belakang dan diantara kedua roda yang berfungsi memperlambat kecepatan airflow yang melalui bagian bawah mobil (antara undertray dan jalan) sehingga tekanan aliran naik secara drastis. Diffuser memainkan peranan yang sangat penting pada F1 karena kemampuannya menghasilkan hampir 50 % downforce total dan merupakan elemen penting yang dapat mempengaruhi distribusi tekanan total dibawah mobil.

5

Gambar 5. Rear diffuser milik Ferrari F248 F1

6

Gambar 6. Desain rear diffuser yang curvy dan sangat kompleks

Rear Wing

Komponen pastinya teman – teman udah pada tahu. Komponen ini sangat mudah terlihat, terletak pada bagian belakang layaknya spoiler pada mobil biasa. Rear wing dapat men-generate sekitar 33 % downforce total yang dapat dihasilkan sebuah mobil F1 atau kira – kira sebesar 1000 Kg ! Itu berarti, jika kita asumsikan berat seorang dewasa 77 Kg, maka rear wing dapat menahan berat 13 orang dewasa sekaligus (kalo muat !). Rear wing terdiri dari dari dua bilah sayap yang terletak dibagian bawah (large plane) dan bagian atas (small plane).

7

Gambar 7. Rear wing milik Williams FW24 2003 yang memiliki lebih dari dua plane (multi plane)

8

Gambar 8. Rear wing milik McLaren dengan bentuk tidak biasa yaitu adanya cekungan ke bawah yang tegak lurus airflow (droopy shape). Bentuk ini digunakan ketika GP Austria 2003.

9

Gambar 9. Untuk membantu meningkatkan efisiensi airflow, Toyota menambahkan semacam cembungan pada inner endplate pada tahun 2004

10

Gambar 10. Renault adalah tim lainnya yang mengadopsi droopy shape pada rear wing pada tahun 2003.

11

Gambar 11. Rear wing milik Renault R26 yang mengalami perubahan dari bentuk sebelumnya (bandingkan dengan gambar 10)

12

Gambar 12. Rear wing milik BMW-Sauber F1.06

13_14

Gambar 13. (kiri) Rear wing milik Ferrari F248 F1 yang kontroversial dan berhasil membantu memenangkan Michael Schumacher pada GP San Marino dan Nurburgring. (kanan) Rear wing milik Toyota TF106 .

Gurney Flap

Gurneey flap adalah komponen kecil yang berbentuk semacam lekukan dan ditempatkan pada trailing edge small plane rear wing yang berarah sejajar dengan arah airflow. Bentuknya memang kecil dan simple namun dapat menghasilkan efek yang cukup signifikan. Nama komponen ini diambil dari nama seorang driver F1 bernama Dan Gurney setelah Gurney dan pembalap rekannya Bobby Unser mengembangkan komponen ini untuk Gurney Eagles yang mengikuti balapan di Indianapolis pada tahun 70-an. Gurney flap dapat memberikan sejumlah downforce tambahan untuk sirkuit – sirkuit yang membutuhkan downforce ekstra.

15

Gambar 14. Gurney flap yang terletak pada trailing edge small plane rear wing.

Wheels

Roda pada F1 memang merupakan salah satu penyebab timbulnya drag terbesar yaitu hampir sepertiga dari total drag yang dihasilkan. Namun, para engineer F1 tidak dapat berbuat apa – apa untuk mengatasinya karena larangan untuk membuat semacam penutup roda. Mereka hanya bisa memaksimalkan aliran yang melalui roda melalui front wing endplate dan rear wing scallops walaupun tidak terlalu signifikan hasilnya.

16

Gambar 15. Tambahan ekstra wing pada bagian tengah (disamping airbox) untuk meningkatkan downforce pada sirkuit – sirkuit yang memiliki banyak tikungan semacam Monaco.

-Selesai-

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

The Science of Formula 1 Design – Expert Analysis of the anatomy of the modern Grand Prix car 2nd Edition karangan David Tremayne (2006)

One comment on “Aerodinamika pada F1 (Part 4 – selesai)

  1. […] jackman bertugas mengangkat bagian belakang mobil juga dengan menempatkan jack khusus bagian bawah rear wing. Perlu teman – teman ketahui, dari ketiga posisi jackman yang telah ane sebutin, ternyata yang […]

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: