1 Comment

Menyibak Diversifikasi BBM ke BBG (Part 2)


Bismillah….

Postingan kali ini merupakan kelanjutan dari postingan ane sebelumnya [Menyibak Diversifikasi BBM ke BBG (Part 2)]. Bagi yang belum baca part 1-nya, monggo dibaca dulu supaya wawasan yang didapatkan gak setengah – setengah.

Tentunya untuk menjalankan program besar seperti ini pasti dibutuhkan semacam infrastruktur pendukung kan. Terus, bagaimana langkah yang diambil oleh pemerintah untuk mengatasi hal ini ?

Yap. Betul sekali. Agar program diversifikasi ini dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai. Berikut beberapa langkah yang dilakukan oleh pemerintah .

Pertama, pemerintah menunjuk langsung PERTAMINA untuk menangani program diversifikasi ini sehubungan dengan penyediaan dan pendistribusian CNG. Hal ini ditunjukkan dengan adanya Peraturan Presiden (PerPres No. 64 Tahun 2012).

pic1

Adapun konsep distribusi yang direncanakan oleh PERTAMINA adalah sebagai berikut,

pic2

Kedua, meningkatkan pasokan gas yang khusus diperuntukkan untuk sektor transportasi. Pemerintah tidak bekerja sendirian dalam hal ini namun dibantu sejumlah rekanan BUMN  (PERTAMINA) serta swasta semacam, MEDCO, PGN, dll. Gambar dibawah memperlihatkan rencana kenaikan pasokan gas untuk sektor transportasi beserta pihak – pihak yang diberi tanggung jawab untuk meningkatkan volume pasokan tersebut.

pic3

pic4

Ketiga, pemerintah menyadari keterbatasan sumber daya (SDA & SDM) untuk mengelola program ini untuk skala nasional, dalam artian untuk seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah baru merencanakan sebagian wilayah yang potensial untuk program diversifikasi ini dengan harapan wilayah – wilayah ini dapat menjadi pionir dalam penggunaan BBG sebagai bahan bakar transportasi sehingga dapat dicontoh daerah lain. Selain itu, sebagian dari wilayah yang ditunjuk merupakan daerah – daerah penghasil gas alam sehingga masalah distribusi dapat diminimalkan.

pic5

Keempat, sebagaimana BBM punya SPBU, maka BBG juga memiliki stasiun pengisian yang bernama SPBG. Nah, SPBG ini yang coba dibangun dan diperbanyak oleh pemerintah sehingga makin memudahkan konsumen nantinya untuk mengakses BBG.

pic6

Kelima, menyediakan perangkat converter kit lengkap dengan bantuan instalasinya untuk kendaraan angkutan umum. Tentunya converter kit serta tabung silinder yang telah memenuhi sertifikasi internasional (UN-ECE R110 & ISO 11439). Hal ini telah diatur di dalam PerPres No. 64 Tahun 2012.

Pasal 9 : Dalam rangka mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas berupa CNG,  Pemerintah memberikan bantuan Konverter Kit dan pemasangannya secara gratis kepada kendaraan bermotor angkutan penumpang umum.

Pasal 10 : Penyediaan dan  pemasangan Konverter Kit sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dilaksanakan  oleh Badan Usaha melalui penugasan dari Menteri Perindustrian.

Pasal 22 : Untuk tahun 2012, pelaksanaan penyediaan dan pemasangan Konverter Kit dilaksanakan oleh Menteri berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian.

Berikut adalah gambaran perencanaan jumlah converter kit yang disediakan sampai oleh pemerintah hingga tahun 2014,

pic7

Keenam, bahan bakar gas memang aman apabila aturan – aturan yang ada ditaati oleh setiap pengguna seperti pemasangan converter kit serta perawatannya haruslah dilakukan di bengkel yang resmi dan telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah berencana membangun bengkel resmi tersebut guna melayani kebutuhan pemasangan dan perawatan tersebut.

Jumlah kendaraan yang akan dikonversi pada tahun 2013 sebanyak 28.000 unit, 2014 sebanyak 39.000 unit, maka dengan asumsi kapasitas bengkel adalah 400 unit/bulan dibutuhkan 70 bengkel di tahun 2013 dan 95 bengkel di tahun 2014. Sehingga pada tahun 2013 harus dilakukan penambahan sebanyak 42 bengkel dan tahun 2014 sebanyak 25 bengkel.

pic8

Kesimpulannya, jobdesk secara umum tiap komponen yang ada mulai dari pemerintah hingga perusahaan otomotif yang kelak memproduksi massal kendaraan BBG adalah sebagai berikut,

pic9

pic10

pic11

Bagaimanakah spesifikasi BBG yang akan digunakan nanti ? Apakah sudah terstandarisasi ?

Pertanyaan bagus ! Pastinya telah terstandarisasi yaitu sesuai dengan standar ISO. Berikut spesifikasinya,

pic12

BBG yang digunakan nantinya adalah jenis CNG (Compressed Natural Gas). Berbeda dengan LPG yang berada dalam fase liquid ketika dalam tabung penyimpanan dengan hanya tekanan sekitar 7- 8 bar, CNG tetap dalam fase gas walaupun telah diberi tekanan hingga 200 bar dalam tabung penyimpanan. Hal ini terjadi karena kandungan utama CNG adalah gas metana (kurang lebih 77 %) yang memiliki rantai karbon rendah sebagaimana yang telah tercantum pada tabel diatas.

Tekanannya tinggi banget tuh. Bukannya tekanan tinggi = resiko tinggi ?

Pertanyaan tersebut jawabannya bisa benar dan bisa salah. Benar apabila si pengemudi kurang memperhatikan faktor keamanan seperti pemasangan instalasi converter kit bukan pada bengkel resmi yang telah mendapatkan ijin dan sertifikasi, tidak mau melakukan perawatan berkala di bengkel resmi serta menganggap remeh kerusakan/kebocoran kecil yang terjadi. Sebaliknya, jawabannya bisa salah jika memang si pengemudi memperhatikan sekali faktor keamanan yaitu datang ke bengkel resmi untuk instalasi converter kit, melakukan perawatan berkala di bengkel resmi serta cepat tanggap menghubungi bengkel resmi apabila terjadi kerusakan/kebocoran.

Selain aspek pengemudi, aspek desain dari peralatan converter kit itu sendiri tinggi standarnya dan khusus untuk tabung, telah melalui serangkaian tes pengujian yang ekstrem seperti diberi temperatur ekstrem, pengujian impact, pengujian hydraulic pressure, pengujian tembak, pengujian vibrasi, dll (untuk detail masalah jenis tabung serta metode pengujiannya, insyaAllah akan dibahas pada postingan selanjutnya. Sabar ya !). Jadi insyaAllah, teman – teman gak perlu khawatir dan bingung.

pic13

Terakhir, bisa jelasin secara singkat cara kerja converter kit ?

Secara umum, converter kit bertugas untuk menurunkan tekanan gas yang sangat tinggi hingga mendekati tekanan udara atmosfer kemudian memasukkan gas yang telah rendah tekanannya tadi ke dalam ruang bakar melalui mekanisme tertentu. Jenis converter kit beragam mulai dari generasi pertama yang masih sepenuhnya mekanis hingga generasi empat yang terbaru, yang sudah menggunakan sistem kontrol cerdas (ECU) dan injektor untuk menginjeksikan gas ke ruang bakar engine.

pic14

pic15

pic16

pic17

Ini contoh converter kit yang telah terinstalasi pada kendaraan roda empat,

pic18

Namun sayangnya, harga converter kit masih terhitung mahal di kalangan rakyat seperti kita. Harga converter kit berada pada kisaran 10 – 20 juta tergantung dari tipe/jenis dan merk. Belum lagi biaya pemasangan/instalasinya. Namun, semua investasi yang telah kita keluarkan untuk converter kit tersebut sebenarnya sebanding dengan hasil yang kita dapat yaitu kendaraan dengan emisi yang rendah alias ramah lingkungan dan lebih menguntungkan ditinjau dari sisi ekonomis.

Semoga penjelasan yang ane paparin baik pada pembahasan part 2 ini maupun part 1 kemarin dapat menambah wawasan serta menggugah kesadaran teman – teman tentang “peta energi” negeri kita tercinta. Aaamiin.

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

– Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia.

Slide Bimbingan Teknis Diversifikasi BBM ke BG Batch II, 26 – 28 November 2012 oleh Kementerian ESDM RI Tingkat Provinsi Jawa Timur (slide 1 & 2).   

Slide Bimbingan Teknis Diversifikasi BBM ke BG Batch II, 26 – 28 November 2012 oleh Kementerian ESDM RI Tingkat Provinsi Jawa Timur (slide 3, 4 dan 5).

One comment on “Menyibak Diversifikasi BBM ke BBG (Part 2)

  1. […] teman – teman semua. Masih ingat artikel ane yang lalu tentang diversifikasi (part 1 & part 2) ? Tulisan kali ini ane pengen memperluas pembahasan pada jenis – jenis alias tipe – tipe […]

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: