2 Comments

Aerodinamika pada F1 (Part 3)


Bismillah…

Masih melanjutkan postingan tentang aerodinamika pada mobil Formula 1. Saya sarankan bagi teman – teman untuk membaca part 1 dan part 2 dulu supaya ilmunya gak keputus. Check this out !!!

Sidepods

Sidepods adalah bagian yang melebar kesamping, terletak di samping kanan dan kiri cockpit pengemudi. Di dalam sidepods ini biasanya terdapat radiator (air dan oli) yang sangat krusial untuk menurunkan temperatur engine F1 yang sangat ekstrim. Selain itu, tentunya sidepods menjadi pelindung pengemudi dari side impact ketika terjadi tabrakan. Pada pertengahan tahun 90-an, bentuk sidepods masih lempeng alias masih kaku, boxy dan sedikit tinggi. Tapi Ferrari melalui tangan salah satu desainernya melakukan gebrakan dengan membuat desain lekukan sidepods yang sangat kompleks dan terbukti semakin meningkatkan efisiensi aliran udara yang akan menuju bagian belakang mobil. Akhirnya, tim – tim lain pun mulai mengadopsi desain semacam ini hingga sekarang.

sidepods1

Gambar 1. Bentuk sidepods Ferrari cenderung lebih curvy dibandingkan rivalnya. Perhatikan desain bottom sidepods F2003-GA yang memiliki tapered leading edge.  

sidepods2

Gambar 2. Desain sidepods milik tim Renault tahun 2003 yang dilengkapi dengan cerobong untuk mempercepat perpindahan panas dari engine ke lingkungan

sidepods3

Gambar 3. Desain sidepods milik McLaren MP4/21 tahun 2006 yang selain dilengkapi dengan cerobong juga ditambahi dengan sirip ventilasi.

sidepods4

Gambar 4. Untuk membuat sidepods yang lebih rendah untuk menurunkan center of gravity, Renault membuat v-shaped radiator untuk R24 2004.

sidepods5

Gambar 5. Bagian – bagian sidepods pada Renault R24 2004. 1 dan 2 menunjukkan cerobong untuk mengeluarkan udara panas. 3 dan 4 menunjukkan sirip ventilasi tambahan untuk memaksimalkan perpindahan panas.

Undertray

Undertray merupakan cover yang biasanya terbuat dari fiber carbon dan memiliki permukaan luar yang mulus serta datar. Undertray terletak dibagian paling bawah pada mobil dan cukup berperan penting dalam membantu  menciptakan ground effect downforce yang dihasilkan oleh diffuser pada bagian belakang mobil. Prinsipnya, aliran udara pada bagian bawah mobil dipercepat sedemikian rupa sehingga kecepatannya lebih tinggi daripada di bagian atas mobil sehingga tercipta negative lift (tekanan ke bawah). Pada bagian bawah-tengah Undertray yang sering kontak dengan aspal diberi semacam tripleks untuk dicek tingkat keausannya pada saat scrutineering pada tiap akhir balapan.

undertray1

Gambar 6. Ilustrasi aliran udara dibawah mobil Ferrari F399

undertray2

Gambar 7. Komponen Undertray pada mobil Formula 1 dapat dibongkar-pasang secara cepat apabila sewaktu – waktu rusak akibat terkena kerb atau penyebab lainnya.

undertray3

Gambar 8. Undertray milik Toyota TF106 yang memiliki front extension

Safety Cockpits

Kebutuhan akan tingkat keamanan dan proteksi yang tinggi untuk pengemudi, terutama pada bagian kepala dan leher pengemudi menuntut FIA memberlakukan high-sided safety cockpit mulai tahun 1996.  Namun, desain seperti ini ternyata meningkatkan drag. Sekarang, berkat pengembangan dan riset yang terus – menerus dilakukan drag yang terjadi dapat diminimalkan walaupun sedikit menimbulkan masalah lain yaitu memperkecil efisiensi rear wing dalam menghasilkan downforce.

cockpit

Gambar 9. Atas : Mobil Ferrari 412T1 1995 milik pembalap Gerhard Berger memiliki pelindung kepala samping yang rendah. Bawah : Ferrari F248 F1 2006 milik Felipe Massa memiliki pelindung kepala samping yang lebih tinggi.

Airboxes

Airbox berfungsi sebagai cold air inlet untuk kebutuhan pembakaran engine. Semakin tinggi kecepatan mobil, maka semakin besar ram effect yang terjadi karena udara semakin dipaksa masuk ke intake engine. Desain airbox sangatlah krusial karena menyangkut 2 aspek yaitu efisiensi aerodinamis dan performa engine.

airbox1

Gambar 10. Airbox milik BMW-Sauber F1 2006

airbox2

Gambar 11. Airbox milik Renault R26

to be continued….

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

The Science of Formula 1 Design – Expert Analysis of the anatomy of the modern Grand Prix car 2nd Edition karangan David Tremayne (2006)

2 comments on “Aerodinamika pada F1 (Part 3)

  1. […] lupa ane ingetin kepada teman – teman yang mungkin belum baca tulisan ane part 1, part 2 dan part 3, monggo dibaca dulu supaya sempurna wawasannya, sekalian itung – itung promosi ! […]

  2. […] jackman bertugas menstabilkan mobil agar tidak ada gerakan roll dengan menempatkan jack khusus pada undertray. Rear jackman bertugas mengangkat bagian belakang mobil juga dengan menempatkan jack khusus bagian […]

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: