Leave a comment

Instruksi dalam Diri Kita (The Internal Instructor)


Bismillah….

Dengan pengetahuannya di bidang engineering yang dapat dikatakan sangat minim alias pas – pasan, Ford tidak terhalangi untuk merealisasikan gagasannya menjadi raja di industri otomotif. Namun, itu bukan berarti Ford memahami bahwa pengetahuan engineering tidak dibutuhkan untuk membangun industri otomotif atau menolak menerima peranan pengetahuan engineering. Tetapi Ford memahami bahwa tatanan umum itu sebats menawarkan pilihan.

Selain Henry Ford, masih banyak lagi ditemukan sejumlah orang – orang sukses di sekeliling kita yang proses meraih kesuksesan tersebut tidak mereka tempuh melalui tangga sebagaimana yang telah terbakukan oleh tatanan umum meskipun tidak menolak kebenarannya. Lebih tepat dikatakan, Ford dan orang sukses semisalnya lebih menaruh perhatian dan lebih mematuhi petunjuk yang diberikan oleh kekuatan  di dalam dirinya. Petunjuk itulah yang dinamakan internal instructor (instruktur internal). Apa itu instruktur internal dan bagaimana cara memahaminya ?

Apakah instruktur internal ?

instruktur internal, seperti yang pernah ditulis oleh seorang “ahli” dalam artikelnya adalah dorongan internal yang membimbing teman – teman untuk meraih sesuatu dan menyelamatkan dari sesuatu. Ford memahami bahwa dorongan internalnya menunjukkan gagasan di bidang industri otomotif dapat direalisasikan dengan menerapkan keunggulan dirinya dalam hal memanajemen dan mengorganisir massa. Dengan keunggulan itu, Ford menggabungkan manusia dan teknologi rekayasa. Hanya saja secara kebetulan, dorongan yang diberikan oleh instruksi internal itu berlawanan arus dengan tatanan umum yang sedang berjalan di lingkungannya.

Tatanan umum memiliki “aturan” dan standar umum sementara realisasi gagasan membutuhkan usaha pemberdayaan lebih keras dan lebih cerdas di atas ukuran rata – rata yang dipahami oleh umum. Akibatnya, realisasi gagasan kemudian terkesan sebagai pengecualian. Munculnya pengecualian ini, menurut para ahli psikologi tidak lepas dari watak dasar instruksi internal yang antara lain dijelaskan sebagai berikut :

1. Tidak Populer

Semua orang memiliki instruksi internal yang menjadi petunjuk menemukan keunggulan di bidang tertentu selain mayoritas kesamaan keinginan umum. Dengan sifatnya yang tidak populer itu sering terjadi kesalahpahaman di level umum. Kalau seorang berpikir bahwa untuk membangun industri otomotif harus memahami engineering di tingkat konsep dan praktek, sementara Ford tidak demikian, maka Ford layak dijuluki tidak populer yang lebih berkonotasi aneh, gila (gokil), hebat, out of the box dan sebagainya. Kenyataan ini tidak hanya terjadi pada Ford. Secara umum dapat diamati bahwa semakin besar kepatuhan seseorang terhadap instruksi internalnya, semakin banyak ditemukan bentuk tertentu yang berbeda dengan tatanan umum yang bisa jadi searah atau berlawanan (umumnya sih, berlawanan..!).

2. Tidak Terlihat

transparan

Watak kedua ini menggambarkan sifatnya yang sangat personal sehingga tidak bisa dilihat oleh mata tatanan umum atau bahkan oleh diri sendiri kecuali sering berusaha “melihatnya” dan menemukan di dalam diri kita. Pakar lain menamakan dengan unseen guide, petunjuk yang tak terlihat. Jika teori kemanusiaan mengatakan semua orang sudah dibekali keunggulan atau bakat alamiah tetapi kenyataannya hanya sedikit orang yang berhasil memanfaatkannya. Hal itu pertanda bahwa mayoritas orang lebih sering mengarahkan penglihatan mayornya ke luar, pada minor object. Padahal untuk bisa melihatnya dibutuhkan pendangan mayor ke dalam, pada major object yang sangat personal.

3. Pengecualian

Watak ketiga dari instruksi internal adalah sering memunculkan pengecualian yang diekspresikan ke dalam sudut pandang pribadi yang kuat. Instruksi tersebut bila dipraktekkan bisa berbentuk penolakan terhadap tatanan umum ketika dirasakan tidak bekerja. Kekokohan itulah yang menjadi alasan kuat untuk melakukan sesuatu berdasarkan instruksi dengan dalih personal yang tidak bisa dikontrol atau dibendung meskipun oleh diri sendiri.

Hal ini bisa dibedakan dengan kekokohan yang dihasikan dari ketergantungan pada instruksi dari luar (eskternal). Seandainya Ibnu Taimiyyah mengikuti instruksi eksternal sebagaimana tatanan umum bahwa menghasilkan karya haruslah didukung dengan fasilitas referensi, teknologi, ketenangan hidup dan lain – lain, tentu beliau tidak akan menulis di penjara, bahkan walaupun dengan arang !

Kunci Pembuka

kunci-sukses

Dari penjelasan singkat tentang watak atau sifat umum instruktur internal diatas, maka sangat logis jika dikatakan bahwa kunci untuk mengenalnya lebih dekat adalah mengetahui diri kita. Selain memahamkan watak instruktur internal lebih dekat, seorang pakar bahkan sempat mengatakan bahwa memahami diri adalah pintu untuk mengetahui orang lain dan dunia. Hal ini senada dengan apa yang diajarkan oleh agama Islam yang mulia yaitu dengan mengetahui kedudukan kita sebagai seorang hamba, maka akan menghasilkan pribadi yang rendah hati, mengetahui kedudukannya di tengah masyarakat, senantiasa berorientasi pada akhirat, tahu bagaimana etika yang benar dalam bergaul dan bermasyarakat serta tidak berlebihan dalam mencintai dunia karena telah faham hakikat dunia yang sebenarnya.

Perlu ditambahkan disini, bahwa diri yang dimaksudkan disini adalah ”The Self” yang berarti memberi kemenangan kepadanya atas “The Ego”. Karena kemenangan lebih sering diberikan kepada The Ego (dorongan dari luar ke dalam), maka kunci untuk memahami instruksi internal yang akan menunjukkan kita pada bakat alamiah akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya atau hanya berfungsi secara minimalis dengan hasil rata – rata.

Begitu besarnya kekuatan yang dihasilkan dari pemahaman diri. Oleh karena itu, layaknya kita bertanya, dari mana kita memulainya ? Sebelumnya perlu digaris-bawahi bahwa memahami diri adalah tahapan dari pencapaian proses sehingga tidak lepas dari upaya untuk meletakkannya sebagai materi belajar.

Aplikasi Belajar

Orang tidak menjadi langsung tahu siapa dirinya begitu ia dilahirkan, tetapi dapat menjadi tahu melalui proses pemberdayaan dari dalam ke luar. Materi pemberdayaan berikut bisa dijadikan langkah awal untuk memahami diri :

1. Eksplorasi

Sekian banyak rutinitas dan tetek bengek tatanan umum sering menciptakan pagar mental antara diri kita dan keadaan eksternal. Seringkali kita menganggap tatanan umum tersebut sebagai sesuatu yagn mempengaruhi kita secara manipulatif dan intimidatif. Kalau dikembalikan bahwa kenyataan adalah bayangan pemikiran kita, maka anggapan tersebut bukanlah kebenaran sesungguhnya, melainkan pilihan antara mengubah pemikiran kita atau tidak mengubahnya. Eksplorasi diri bisa diartikan sebagai pilihan mengubah pemikiran untuk dapat merasakan perubahan realitas.

Contoh sederhana adalah niat kita ke sekolah. Ini bisa dipahami sebagai keharusan yang punya konsekuensi “hadiah” dan “hukuman” tetapi di sisi lain menawarkan kesempatan untuk dipahami sebagai bagian penting dari eksplorasi diri. Memahaminya sebagai wilayah eksplorasi akan memunculkan optimalisasi tanggung jawab yang secara tidak langsung akan membuka cakrawala tentang diri kita yang lebih luas.

2. Labelisasi

Dari eksplorasi mental yang kita lakukan, buatlah label yang membedakan antara diri kita dan orang lain, antara sesuatu yang bekerja dan sesuatu yang “mandul”, antara sesuatu yang spesifik dan situasi yang umum. Semakin banyak daftar label yang membedakan antara kita dan orang lain, maka semakin jelas anda memahami siapa diri kita, hanya saja seidikit perlu dicatat bahwa membuat label tidak bisa disamakan dengan membandingkan diri kita dan orang lain. Label adalah membuat posisi mental dengan arah-fokus pada pemahaman ke dalam sementara membandingkan tidak punya arah-fokus demikian bahkan lebih sering berupa menghakimi diri sendiri.

3. Refleksi

Sulit diingkari bahwa banyak yang sudah kita jalankan atau gunakan tetapi banyak makna yang tidak terserap karena kita tidak menciptakan pemaknaan dengan sengaja. Refleksi diri adalah menciptakan pemaknaan zona bebas interaksi kecuali hanya dengan “The Self” untuk menemukan makna di dalam diri mengingat begitu besar makna yang dikandung. Tetapi perlu diakui, justru sebagian besar energi, waktu dan perhatian sering kita habiskan untuk menemukan makna di luar.

Walhasil, mengikuti tatanan umum jelas tidak salah karena di satu sisi aturan yang jelas terdapat di dalam tatanan itu merupakan representasi dari kebenaran umum. Tetapi ketika sudah berbicara pemberdayaan personal, maka kita membutuhkan seleksi yang ketat untuk mengetahui bagian yang bekerja dan bagian – bagian lain yang mandul. Yakin sekali, tidak hanya Ford atau orang lain yang hanya bisa dikenal namanya melalui pertemuan imajinatif yang diberi kesempatan untuk memahami instruksi internal. Bisa jadi orang lain yang dekat dengan teman – teman bahkan diri teman – teman sendiri pun bisa. Selamat mencoba !

 Ahmad Fathonah

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

Majalah elFata Vol.07 2007

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: