Aerodinamika pada F1 (Part 1)


Front wing

Front wing pada F1 memiliki peran yang penting loh. Bayangin aja, pada kecepatan diatas 300 Km/Jam, komponen ini dapat menghasilkan downforce sebesar 560 Kg. Itu berarti sekitar 8 orang dewasa dapat berdiri pada komponen ini tanpa menghasilkan defleksi yang membahayakan (keren !!). Front wing di-mounting dibawah nose dengan ditopang 2 penyangga vertikal dan kira – kira menghasilkan 25 % downforce total.

FW1

Gambar 1. Front wing pada Williams FW25

FW2

Gambar 2. Front wing pada McLaren’s MP4-18

FW3

Gambar 3. Front wing pada Williams FW25. 1) Endplate width; 2) Endplate winglet tip; 3) Front wing understrake; 4) Second element tiplet

FW4

Gambar 4. Front wing kontroversial Ferrari pada tahun 2006 yang diduga sangat fleksibel sehingga dapat meningkatkan performa.

FW5

Gambar 5. Peningkatan tingkat kompleksitas front wing modern pada Renault R26

FW6

Gambar 6. Front wing Toyota TF106 pada tahun 2006 yang dilengkapi dengan extra winglet

Front wing Endplates (FWE)

FWE kalo dianalogikan berfungsi sebagai “vertical fences” yang menghentikan aliran yang melintasi sisi wing (dari arah midspan/tengah ke tip/pinggir) yang dapat mengurangi efisiensi kerja front wing secara keseluruhan. Intinya, FWE membantu aliran agar cepat “Move on” dari front wing dan mengirimkan “best possible airflow” ke belakang mobil melalui undertray dan diffuser (insyaAllah pembahasan utk kedua komponen ini menyusul pada postingan selanjutnya). Mungkin prinsip kerja hampir sama seperti pesawat yang wing tip-nya ditekuk keatas untuk menghilangkan efek tip vortex. Selain itu, FWE juga mempunyai peran yang penting untuk membuat smooth aliran yang menuju ke belakang mobil.

Para aerodynamicist (orang yang kerjanya mengutak – atik efek aerodinamika pada F1) bekerja keras untuk memaksimumkan kerja front wing termasuk FWE agar dapat menghasilkan downforce yang lebih baik lagi. Karena perlu diketahui, walaupun rear wing merupakan penghasilkan downforce terbesar, namun komponen ini juga penghasil drag terbesar. Jadi dengan mengoptimalkan front wing, dapat memperkecil porsi kerja rear wing dan ini berarti “less drag force.” Namun tentunya FIA punya setumpuk aturan yang ketat (malahan very restricted) yang membatasi pekerjaan para aerodynamicist.

FWE adalah salah satu area yang sering mendapatkan perhatian dari para rule maker FIA untuk membatasi cornering speed yang terlalu tinggi.

fwe11

Gambar 7. FWE mempunyai 2 fungsi yaitu : 1. Mencegah aliran udara yang ingin melintasi front wing; 2. Sisi luar FWE membentuk aliran yang akan menuju roda depan

fwe12

Gambar 8. Detail front winglet pada williams FW24

fwe2

fwe3

Gambar 9. Renault memiliki bentuk FWE yang kompleks pada tahun 2003 (atas) sebagaimana Ferrari pada tahun 2004 (bawah)

fwe4

Gambar 10. Kiri : FWE Renault R26, Kanan : FWE 2006 Toro-Rosso STR01

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

bersambung….

Sumber :

The Science of Formula 1 Design – Expert Analysis of the anatomy of the modern Grand Prix car 2nd Edition karangan David Tremayne (2006)

%d bloggers like this: