Leave a comment

Filosofi dibalik Understeer dan Oversteer


Bismillah…

Tulisan ini ane ambil dari note facebook-nya seorang brother yang bernama Bagus Kusuma. Tulisannya menarik coz, ada sentuhan filosofisnya (jangan – jangan dia filsuf…??). Udah, gak pake ba-bi-bu, langsung kita saksikan aja, nyok…!!

Para penggemar otomotif pasti tidak asing dengan kedua kata di atas. Benar, kata Understeer dan Oversteer sangat erat kaitannya dengan dunia otomotif. Keduanya berkaitan dengan stabilitas arah kendaraan. Hal ini menyangkut respon kendaraan saat berbelok atau berubah arah. Understeer dan Oversteer mendeskripsikan sensitivitas kendaraan terhadap steering atau kemudi. Penyebabnya  berkaitan dengan letak titik berat kendaraan, kondisi ban depan dan belakang dan sudut slip yang dialami oleh roda depan dan belakang.

 

Understeer adalah suatu kondisi dimana kendaraan lebih sulit berbelok. Pada kondisi ini kendaraan berbelok kurang dari yang diperintahkan oleh si pengemudi. Hal ini dapat dikarenakan titik berat mobil cenderung berada di depan, selain itu roda depan cenderung mengalami slip. Sehingga kendaraan akan lebih sulit untuk belok dan stir akan terasa lebih berat untuk dibelokkan.

 

Oversteer adalah suatu kondisi dimana kendaraan lebih mudah berbelok. Pada kondisi ini kendaraan berbelok lebih dari yang diperintahkan oleh si pengemudi. Hal ini dapat dikarenakan titik berat mobil cenderung berada di belakang, selain itu roda belakang cenderung mengalami slip. Sehingga kendaraan akan lebih mudah untuk belok dan stir akan terasa lebih ringan untuk dibelokkan.

 

Dari kedua kondisi di atas, kondisi yang paling baik adalah kedaraan dengan kondisi yang cenderung “sedikit” Understeer. Mengapa demikian? Karena mobil dengan kondisi ini akan lebih aman dikendalikan, stir tidak mudah berbelok dan kendaraan relatif lebih stabil. Selain itu jika kendaraan digunakan untuk membawa muatan atau beban berlebih, maka kondisinya akan semakin mendekati netral. Sebaliknya, kendaraan yang Oversteer malah lebih buruk. Karena pada kondisi ini kendaraan akan berbelok lebih dari yang dikemudikan, dan pada kondisi tersebut kendaraan akan lebih sulit dikendalikan. Selain itu, pada kendaraan yang Oversteer stir akan terasa lebih ringan untuk belok, hal ini tentunya mengurangi kestabilan dalam berkendara.

 

Dari kedua kata tersebut dapat diambil filosofi yang sederhana berkaitan dengan prinsip dan hati seseorang. Yang terbaik adalah “sedikit Understeer”. Artinya orang – orang yang “sedikit Understeer” ini prinsip dan hatinya akan lebih stabil. Sedikit lebih sulit dibelokkan bukan berarti tidak bias dibelokkan bukan? Orang – orang seperti ini akan menjaga prinsipnya kuat – kuat dan memiliki keteguhan hati. Namun masih bisa fleksibel menurut situasi dan kondisi. Menjadi terlalu Understeer pun tidak baik. Orang – orang seperti ini termasuk orang – orang yang kolot dan tidak fleksibel. Padahal seharusnya prinsip dan hati itu harus bisa menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

 

Kemudian bagaimana dengan Oversteer? Orang – orang seperti ini akan lebih mudah “berbelok”. Artinya orang – orang seperti ini dapat dengan mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar, atau bahkan tidak memiliki prinsip yang jelas serta keteguhan hati. Mereka cenderung tidak meyaring masukan – masukan yang ada. Semua diambil tanpa mempertimbangkan kebaikan dan keburukan didalamnya. Dan biasanya orang – orang seperti ini lebih sering “ikut – ikutan”. Oleh karena itu orang – orang seperti ini lebih berbahaya.

 

Itu semua pelajaran yang dapat diambil dari sebagian kecil ilmu dunia. Segala hal di dunia ini pasti memiliki makna dan filosofi di dalamnya yang baik untuk dipelajari. Oleh karena itu perkuatlah kepekaan terhadap hal – hal yang berada di sekitar kita. Sekian untuk “Understeer dan Oversteer”. Kesimpulannya, tanyakan pada diri kita senditi, termasuk orang yang manakah kita?

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

note Facebook Bagus Kusuma

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: