3 Comments

The Names of Love (PART 1)


Bismillah….

Berbicara tentang cinta nih, maka dapat dipastikan bro & sist sekalian memiliki definisi dan penjelasan masing – masing. Ada yang berpendapat A, ada pula yang berpendapat B, C, D, dst dan bakalan gak akan habis dibahas hingga yaumul qiyamah kelak..!! Nah, pada kesempatan kali ini, ijinkan ane menyitir sebuah terjemahan kitab yang mulia, yang ditulis oleh manusia yang mulia pula yaitu Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah tentang nama – nama lain dari cinta. Nah loh…, ternyata kalau kita telaah lebih jauh dalam bahasa Arab, maka cinta memiliki sekian banyak nama/istilah lain yang berjumlah sekitar 50 buah (bahkan ada yang berpendapat lebih dari itu..!!). Apa sajakah nama – nama lain cinta tersebut, yuuk mari, kita bahas satu – satu :

a. Al-Mahabbah (kasih sayang)

Dikatakan bahwa makna asalnya adalah ash-shafaa’ yang berarti jernih atau bening. Karena nih orang – orang Arab jaman baheula mengatakan kata ash-shafaa’ tersebut untuk gigi yang putih dan bersih. Ada juga yang mengartikan bahwa kata al-mahabbah diambil dari kata al-habab yang berarti meluapnya air setelah turun hujan yang sangat deras. Dari sini bisa disimpulkan bahwa kata al-mahabbah berarti luapan dan gejolak hati ketika dirundung kerinduan untuk bertemu dengan orang yang dicintainya alias G.A.L.A.U. Dikatakan juga bahwa ia berarti ketenangan dan keteguhan sebagaimana seekor unta yang tenang dan tidak mau bangkit kembali setelah terjatuh menderum. Sebagaimana perkataan seorang jomblo freelance (baca :pujangga. menyitir istilah dari teman ane, Rinem),

Satu cambukan mengenai unta…

Cambukan tatkala ia menderum…

Ada juga yang mengartikan bahwa kata al-mahabbah berati inti sesuatu selayaknya sebuah biji yang merupakan asal tumbuh – tumbuhan. Namun, ada juga yang berpendapat (masyaAllah, pendapatnya banyak amat !) bahwa kata al-mahabbah berarti sebuah wadah yang luas untuk mencampur sesuatu yang banyak yang berarti hati orang yang mencinta tidak mempunyai tempat yang lapang kecuali pada orang yang dicintainya (weenaakk..).

Tenang bro & sist, ternyata makna al-mahabbah masih banyak. Diantaranya yaitu :

– Kencenderungan yang terus – menerus dengan hati yang meluap – luap.

– Tindakan mendahulukan kepentingan orang yang dicintai daripada kepentingan lain yang ada di sekitarnya termasuk kepentingan diri sendiri.

– Tindakan menaati orang yang dicintai, baik yang dicintai itu ada di sampingnya ataupun tidak.

– Keinginan yang tidak berkurang karena kekeringan dan tidak bertambah karena basah (ane suka yang ini nih. Puitis banget….!!).

– Tindakan menjaga batas sehingga tidak benar orang mengaku mencintai namun dia melanggar batas (catet..!!)

– Kegelisahan dan ketidaktenangan hati secara terus – menerus karena memikirkan sang kekasih dan spontanitas akan menjadi tenang bila telah bersanding dengannya (true story…!!).

– Keinginan untuk terus – menerus mendampingi sang kekasih. Sebagaimana yang dikatakan seorang pujangga dalam sebuah sya’ir,

Aku merasa aneh terhadap diriku, karena aku mencintai mereka…

Kutanya setiap orang yang berlalu, padahal mereka bersanding bersamaku…

Mataku terus mencari mereka, padahal mereka tetap di tempatnya…

Hatiku terus dirudung rindu, padahal mereka ada di antara tulang igaku…

b. Al-‘Alaqah (cinta, hubungan, segumpal darah)

Al-‘Alaqah disebut juga dengan al-‘alaq, seperti kata al-falaq dan itu merupakan salah satu dari nama cinta. Al-Jauhari berkata, “Al-‘Alaq disebut juga dengan al-hawa yang berarti nafsu. Seperti ucapan, ‘Pandangan yang dipenuhi nafsu.’”. Seorang penyair berkata,

Kuingin bersabar menghadapi dirimu…

Tapi nafsu yang terpendam lama menghalangiku…

c. Al-Hawa (hasrat, nafsu, keinginan)

Al-Hawa adalah kecenderungan jiwa kepada sesuatu. Asal katanya adalah hawiya-yahwa-hawan, seperti bentuk amiya-ya’ma-‘aman. Sedangkan arti dari kata hawa-yahwi adalah jatuh, masdar-nya adalah al-huwiyyu. Disebut al-hawa karena ada hasrat dan keinginan terhadap orang yang dicintai. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair,

Yang berhasrat merebut hati telah bosan…

Lalu hasratmu dicipta seperti yang engkau inginkan…

Jika dikatakan, “Inilah fulan dan fulanah menjadi hasrat fulan.” Itu berarti fulanah menjadi orang yang diinginkan oleh si fulan dan orang yang dicintainya. Namun, istilah al-hawa ini seringkali dikonotasikan untuk istilah cinta yang tercela. Seperti firman Allah ‘Azza wa Jalla,

al-hawa

Cinta disebut juga dengan istilah al-hawa karena cinta menjadi nafsu dan hasrat bagi orang yang memilikinya. Namun, adakalanya al-hawa juga digunakan untuk cinta yang terpuji sekalipun dengan batasan tertentu. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidaklah salah seorang diantara kalian beriman sehingga hawa nafsu-nya mengikuti apa yang aku bawa.”[1]

bersambung…..

Tambahan :

1. Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Abi ‘Ashim dalam “As-Sunnah” No.15 dan Al-Bahawi dalam “Syarh As-Sunnah”, 1/12 dan sanadnya dhaif (lemah).

Di dalam tulisan yang ane sitir tersebut terdapat banyak pendapat dan syair orang Arab karena memang orang – orang Arab menjadikan ucapan orang – orang Arab terdahulu (yang masih fasih bahasanya terutama Arab Badui) sebagai dalil/referensi dalam mencari makna suatu kata. Kalo dibuat urutan, maka orang Arab (yang muslim tentunya) berdalil dengan Al-Qur’an, hadits Rasulullah, baru kemudian perkataan/syair orang – orang terdahulu.

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

Terjemahan kitab “Mukhtashar Raudathul Muhibbin li Al-Imam ibn Qayyim Al-Jauziyyah” karya Abu Shuhaib Al-Karami. Penerbit Arafah, cetakan pertama, Juli 2005.

3 comments on “The Names of Love (PART 1)

  1. […] postingan sebelumnya, The Names of Loves (PART 1), kita udah membahas 3 nama ato makna lain dari cinta. Sekarang ane mau menyajikan kepada bro & […]

  2. […] seri The Names of Love. Bagi bro & sist yang baru baca artikel ini, silahkan baca dahulu seri pertama dan keduanya agar wawasan dan pemahaman yang didapatkan lebih komprehensif (setajam […]

  3. […] pada seri sebelumnya, bagi bro & sist yang baru baca artikel ini, silahkan baca dahulu seri pertama, kedua dan ketiganya agar wawasan dan pemahaman yang didapatkan lebih komprehensif (setajam […]

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: