Leave a comment

Abu Bakr Muhammad ibnu Zakariya Al-Razi (Bapak Kimia Klinik Kedokteran)


Pada abad ke-8 M, hasil karya kedokteran yang sama sekali baru dikenal, telah dilakukan oleh ilmuwan Muslim. Setelah mengkonsolidasi penaklukannya terutama di bagian timur, mereka menggalakkan usahanya menguatkan diri dalam mensintesa kultur klasik dengan kultur wilayah yang ditaklukkan, terutama dalam bidang kedokteran dan biologi. Salah satunya melalui kerja keras Abu Yahya al-Batriq (wafat 802 M) yang menerjemahkan karya Hippocrates (460 – 377 SM) dan Galen (129 – 200M).

Garis demarkasi antara penerjemah dan karya orisinil tidak selalu mudah ditarik. Ada banyak diantara penerjemah juga memberi sumbangan orisinal. Seperti halnya Yuhanna ibnu Masawayh (777 – 857 M) dan Hunaim ibnu Ishaq (809 – 873 M). Dari pena keduanya ditulis risalah sistematika bidang Optalmologi yang pertama berjudul al-Ashr Maqalat fii al-Ayn (sepuluh risalah tentang mata) yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Max Meyerhof (Cairo, 1928 M).

Puncak aktivitas penerjemahan buku – buku klasik terjadi era khalifah al-Makmun (memerintah pada tahun 813 – 833 M) yang memiliki alam pikiran nasionalistis, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan konkret antara pemikiran akal dan hukum agama. Dalam perwujudan kebijakan ini al-Makmun pada 830 M mendirikan Bayt al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan). Lembaga ini merupakan kombinasi perpustakaan akademi dan biro penerjemahan, dalam beberapa hal menjadi lembaga pendidikan utama pada awal lahirnya pencarian keilmiahan dalam dunia Islam. Berbondong – bondong ilmuwan dari berbagai penjuru dunia menimba ilmu di lembaga tersebut, diantaranya dari Inggris, Yoannes Scotus Erigena (877 M). Penyebar paham dialektika di Eropa ini menjadi tamu peneliti. Ini dimungkinkan karena Bayt al-Himah telah menjadi model pertama lembaga penelitian kontemporer.

Abad ke-10 M adalah puncak zaman keemasan peradaban Islam yang muncul dari tiga pusat, yang saling berkembang bebas satu dengan lain yaitu Timur Tengah Mesir, Pantai Utara Afrika dan Spanyol (Andalusia). Dunia Arab memiliki gaya hidup dan budaya pada zaman itu yang jelas lebih superior daripada Barat Kristiani, bahkan juga terhadap kekaisaran Byzantium. Bahasa Arab menjadi “lingua franca” dunia Islam dan dunia keilmiahan, menjadi wahana yang kuat untuk penyatuan dan fusi budaya. Baghdad tetap terbesar dan kosmopolitan, menjadi perantara antara dunia Mediterania dan Hindu-Cina di Timur. Tetapi kota lain seperti Cairo, Damaskus, Toledo, dan lainnya bersaing dengan ibu kota Abbasiyah itu dalam memajukan kesusastraan, sains dan seni maka lahirlah korpus pengetahuan dari peradaban Islam termasuk kedokteran dengan membawa ciri otentiknya.

Toleransi Muslim terhadap penganut agama lain dan pertukaran pikiran serta kebebasan melakukan kritik dimapankan sehingga tercapai ikatan kuat antara kedokteran Islam dan kedokteran Israel. Kemudian dengan kedokteran Barat yang melahirkan Fakultas Kedokteran pertama di Eropa yaitu Salerno di Italia dan Montpellien di Prancis yang kebanyakan memakai buku wajib hasil karya ilmuwan Muslim yang diterjemahkan ke dalam bahasa latin.

Tokoh terkemuka penulis ilmu kedokteran yang mengikuti masa penerjemahan itu adalah Abu Bakr Muhammad ibnu Zakariyah al-Razi (L. Rhazes, 865 – 925 M) dan Abu Ali al-Husain ibnu Sina (L Avicenna, 980 – 1037 M). Keduanya adalah Irani dalam kelahiran tetapi Arab dalam bahasa. Potret al-Razi dan Ibnu Sina menghiasi dinding auditorium sekolah kedokteran Universitas Paris hingga dewasa ini. Abu Bakr Muhammad ibnu Zakariya al-Razi (Rhazes) bernama demikian karena menuruti tempat lahirnya, al-Razy tidak jauh dari Teheran.

Selain nama masyhur dalam ilmu kedokteran, al-Razi memiliki kemasyhuran yang setara dalam ilmu kimia, hanya ditandingi oleh Jabir ibnu Hayyan al-Kufi (Geber, 738 – 813 M). Tetapi dalam ilmu kedokteran mungkin al-Razi yang terbesar dan paling orisinil. Al-Razi menyempurnakan doktrin kedokteran intuitinistis Hippocrates-Galen dengan doktrin klinis empiris berdasarkan ilmu kimia.

Paruh kedua abad ke-9 M didominasi oleh karya al-Razi. Ia pun telah memahami bagaimana pengaruh lingkungan terhadap kesehatan. Ketika ia ditunjuk oleh Khalifah al-Muqtadin (memerintah 908 – 932 M) menjadi pemimpin proyek pendirian rumah sakit terbesar di baghdad (918 M). Dalam pencarian lokasi yang tepat, ia menyebarkan daging yang digantung di beberapa tempat. Kemudian ia memilih lokasi dimana daging tersebut paling lambat mengalami proses pembusukan.

Selain sebagai perintis kedua sesudah Jabir ibnu Hayyan dalam alkemi, al-Razi-lah yang memapankan wajah awal pada ilmu kedokteran Islam, yaitu kencederungan memadukan dalam bentuk risalah dan ensiklopedi, ikatan struktural dengan metafisika dan alkemi, teknik klinis dalam kedokteran dan sumbangan khusus dalam bidang epidemologi.

Seluruh korpus karya al-Razi merupakan mata rantai utama antara pengetahuan keilmiahan zaman pertengahan dan awal renaisans dengan sains zaman klasik. Al-Razi membuat klasifikasi zat medika yang ada di dalam alam. Karya ini khusus luar biasa sebab berdasar pada sifat – sifat medika zat itu sendiri dan sama sekali bebas dari alegori dan mistisisme yang lazim pada masa itu.

Monograf al-Razi berjudul al-Judari wal Hasbah merupakan risalah kimia klinik kedokteran pertama tentang cacar dan campak. Karenanya, sejak diterbitkan ia menjadi mutiara berharga kepustakaan kedokteran Muslim. Diterjemahkan ke dalam bahasa latin di Venezia (1565 M) dengan judul De variolis et Morbillis (Risalah tentang cacar dan campak) dan kemudian ke dalam beberapa bahasa modern yang kelak membangkitkan entusiasme baru dalam bidang kedokteran pada abad ke – 18 M. Risalah ini memapankan reputasi al-Razi sebagai pemikir orisinil yang tajam dan menjadi bapak kimia klinik pada zaman pertengahan. Ia yang pertama membedakan kedua jenis penyakit itu dan memberikan pembahasan secara rinci.

Namun demikian, karya yang paling utama adalah al-Hawi (bukan komprehensif). Pertama kali diterjemahkan ke dalam latin pada 1279 M dengan judul Totum Continens, cetakan kelima diterbitkan di Venezia (1542 M). Buku itu merupakan ensiklopedia dalam beberapa bidang informasi kedokteran yang terdiri dari 24 jilid dan berabad – abad lamanya mempengaruhi praktek dan pemikiran kedokteran dunia Barat latin. Al-Razi membahas tentang abses ginjal, muntahan aorta, optalmia, hemoptises (muntah darah) dan kebotakan sementara dan permanen. Ia juga dipandang sebagai penemu teknik “seton” dalam bidang ilmu bedah, yaitu bahan sintesis (misalnya benang, ayakan tipis dan kawat) yang melewati jaringan subkutaneus atau kista yang membentuk sinus dan fistula.

Tulisan monumental al-Razi mengandung lebih dari 80 jilid tulisan kedokteran dan karya naturalistik, serta 10 jilid ladi dalam bidang filsafat, teologi, logika dan alkemi. Al-Razi menulis tentang diet dan menegaskan bahwa dalam tubuh menusia terjadi reaksi kimia yang sangat kompleks. Jadi, lebih 1000 tahun yang lalu ia sudah mengantisipasi kimia fisiologi atau biokimia.

Seperti telah disebutkan, al-Razi sama msyhur dalam bidang kimia relatif terhadap kedokteran. Ia pun dipandang sebagai salah satu pelopor utama dalam bidang farmakognosi, yaitu cabang farmakologi tentang karakteristik fisikawi dan sumber botanis dari obat – obatan dalam kategori mineral, vegetal (botanis) dan biologis serta masing masing diuraikan analisis fungsionalnya. Ia selalu mencoba obat – obatan baru kepada kepada hewan percobaan, primata/kera yang didatangkan dari Nubia (Sudan) serta mempelajari efek sampingnya. Al-Razi menerapkan morfin dan hasis dalam anastesis.

Karakteristik yang terdapat pada ilmuwan Muslim ketika awal kebangkitan sains tekun mendalami filsafat karena mereka menganggap filsafat sebagai pengait antara sains alamiah dengan teologi agama. Al-Razi pun bukan pengecualian bahwa ia seorang filosof dalam arti etimologi kata itu.

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

Ditulis ulang dengan sedikit perubahan dari Buku Berjudul “Khazanah Orang Besar Islam – Dari Penakluk Jerussalem Hingga Angka Nol” terbitan Penerbit Republika, 2002.

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: