1 Comment

Yuk, Mengenal Mechanical Seal…..


Bagi bro & sist yang pernah magang/kerja praktek/kerja di industri proses semacam industri petrokimia, oil & gas, dan yang semacamnya, yang didalamnya ada sistem perpipaan dengan fluida kerja yang berbahaya dan rawan bocor pastinya sudah mengenal mechanical seal. Nah, saya mau sharing pengalaman beberapa waktu yang lalu (Juli 2011) ketika Kerja Praktek di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang. Let’s take a look..!!

Mechanical Seal adalah Sebuah alat pengeblok cairan/gas pada suatu rotating equipment, yang terdiri atas :
1.    Dua buah sealface yang bisa aus, dimana salah satu diam dan satunya lagi berputar, membentuk titik pengeblokan primer (primary sealing).
2.    Satu atau sekelompok o-ring/bellows/PTFE wedge yang merupakan titik pengeblokan sekunder (secondary sealing).
3.    Alat pembeban mekanis untuk membuat sealface saling menekan.
4.    Asesoris metal yang diperlukan untuk melengkapi rangkaian Mechanical Seal.

 Sealface adalah bagian paling penting, paling utama dan paling kritis dari sebuah Mechanical Seal dan merupakan titik pengeblok cairan utama (primary sealing device). Terbuat dari bahan Carbon atau Silicone Carbide atau Tungsten Carbide atau keramik atau Ni-resist, dengan serangkaian teknik pencampuran. Permukaan material yang saling bertemu (contact) dibuat sedemikian halusnya hingga tingkat kehalusan / kerataan permukaan mencapai 1 – 2 lightband.
Sealface disebut juga dengan contact face. Seal faces berarti ada 2 sealface. Yang satu diam dan melekat pada dinding pompa, dan yang lainnya berputar, melekat pada shaft.
Bagian berputar biasanya terbuat dari bahan yang lebih lunak. Kombinasinya bisa berupa carbon versus silicone carbide, carbon vs ceramic, carbon vs tungten carbide, silicone carbide vs silicone carbide, silicone carbide vs tungsten carbide.
Mechanical Seal merupakan sealing device yang merupakan kombinasi menyatu antara sealface yang melekat pada shaft yang berputar dan sealface yang diam dan melekat pada dinding statis casing/housing pompa/tangki/vessel/kipas.
 Sealface yang ada pada shaft yang berputar seringkali disebut sebagai Rotary Face/Primary Ring. Sedangkan Sealface yang diam atau dalam kondisi stasioner sering disebut sebagai Stationary Face / Mating Ring / Seat.

mech seal
Komponen –Komponen Pada Mechanical Seal

O-Ring awalnya adalah merujuk pada karet berbentuk bundar yang berfungsi sebagai Seal. Perkembangan teknologi o-ring sebagai alat pengeblok cairan sekunder (secondary sealing device) menghasilkan berbagai tipe o-ring berdasarkan materialnya. Material o-ring, ada dari karet alam, EPDM, Buna, Neoprene, Viton, Chemraz, Kalrez, Isolast hingga tipe Encapsulated O-Ring, dimana o-ring dibalut dengan PTFE. Ada pula yang murni dibuat dari PTFE dan disebut dengan Wedge.
Shaft sleeve adalah sebuah bushing/adapter yang berbentuk selongsong yang terpasang pada shaft dengan tujuan melindungi shaft akibat pengencangan baut/screw mechanical seal.

Cara Kerja Mechanical Seal
Titik utama pengeblokan dilakukan oleh dua sealfaces yang permukaannya sangat halus dan rata. Gesekan gerak berputar antara keduanya meminimalkan terjadinya kebocoran. Satu sealface berputar mengikuti putaran shaft, satu lagi diam menancap pada suatu dinding yang disebut dengan Glandplate.
Material dua sealfaces itu biasanya berbeda. Salah satu biasanya bersifat lunak, biasanya carbon-graphite, yang lainnya terbuat dari material yang lebih keras seperti silicone-carbide.
Pembedaan antara material yang digunakan pada stationary sealface dan rotating sealface adalah untuk mencegah terjadinya adhesi antara dua buah sealfaces tersebut. Pada sealface yang lebih lunak biasanya terdapat ujung yang lebih kecil sehingga sering dikenal sebagai wear-nose (ujung yang bisa habis atau aus tergesek).
Ada 4 (empat) titik sealing/pengeblokan, yang juga merupakan jalur kebocoran jika titik pengeblokan tersebut gagal.

mech seal2
Empat Sealing Point pada Mechanical Seal

Keterangan :
–    2    : Stationary Sealface (primary sealing)
–    3    : Seal Ring (primary sealing)
–    P    : Rotaryface O-Ring/Shaft Packing (secondary sealing)
–    G    : Gland gasket (secondary sealing)
–    6    : Stationaryface O-Ring/insert mounting (secondary sealing)
–    S & 13    : Set screw
–    C     : Spring

Pada gambar diatas, titik pengeblokan utama (primary sealing) adalah pada contactface, titik pertemuan 2 buah sealfaces (komponen 2 dan 3). Jalur kebocoran kedua diblok oleh suatu O-Ring atau V-Ring (komponen P). Sedangkan jalur kebocoran ketiga dan keempat diblok dengan gland gasket (komponen G) dan stationary face O-Ring. Point B, C & D disebut dengan secondary sealing.

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :
“LAPORAN RESMI KERJA PRAKTEK PT. PUSRI PALEMBANG MAINTENANCE PADA CENTRIFUGAL PUMP P-III PLANT AMMONIA DAN UREA”
oleh Ahmad Fathonah, dosen pembimbing Ir. Suwarmin, PE (2011)

One comment on “Yuk, Mengenal Mechanical Seal…..

  1. Alkhamdulillah, makasih mas fatonah sedikit memberikan pencerahan

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: