1 Comment

Project Gila “Redbull Stratos” (Part 2)


Lanjutan kisah aksi fenomenal Felix Baumgartner…..

Felix telah siap berdiri di pijakan yang berada di luar kapsul. Di detik – detik terakhir sebelum Felix melakukan aksi bersejarahnya, Ia mengucapkan kata – kata yang kalau menurut saya pribadi sangat menyentuh sekali yaitu,

I know the whole world is watching now. I wish you could see what I can see. Sometimes you have to be up really high to understand how small you are… I’m coming home now.

Setelah itu Felix melompat dengan berani tanpa keraguan. Setelah 42 detik setelah ia meloncat, Ia mencapai kecepatan maksimum 1.342 Km/Jam (834 mph) dan berhasil mengantarkannya menjadi pemegang rekor dunia “The Fastest Freefall” serta menjadikannya sebagai manusia pertama yang berhasil melampaui kecepatan suara tanpa bantuan kendaraan apapun. Namun, di luar dugaan, Felix tak dapat mengontrol gerakan spin tubuhnya dan hal ini tentu saja dapat membahayakan hidupnya jika terus – terusan berlangsung. Untunglah hal tersebut berakhir pada waktu 01 menit 23 detik setelah lompatan dilakukan dan Felix berhasil menstabilkan gerakan spin tersebut.

Setelah 03 menit 40 detik dalam keadaan freefall, Felix mengontak mission control room bahwa visor (kaca helm) berembun menandakan adanya masalah pada heater. Heater tersebut diperlukan selain untuk menjaga temperatur tubuh Felix stabil juga diperlukan untuk mencegah pembentukan embun terutama pada daerah visor yang tentu saja sangat mengganggu penglihatannya karena daerah di luar temperaturnya sangat rendah. 36 detik setelahnya yaitu pada 04 menit 16 detik akhirnya Felix mulai membuka parasutnya dan 3 detik setelahnya parasut telah membuka sempurna. Tepat pada pukul 12:17 MDT sekitar 11 menit setelah loncatan, Felix berhasil mendarat dengan sempurna di daerah New Mexico bagian timur. Project crew dan wartawan telah menantinya di daratan untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut. Ia kemudian berlutut dan memukulkan tangannya ke udara sebagai ekspresi kebahagiaannya yang meluap – luap.

Sesaat Setelah Landing

         Ekspresi Kebahagiaan Felix dan Si Guru

   Berdasarkan Youtube, aksi fenomenal tersebut disaksikan secara live lebih dari 8 juta pasang mata dan berhasil membuat rekor “live stream with the most concurrent views ever on YouTube” (Video live streaming yang paling banyak disaksikan di Youtube).

 

The Mission Timeline

Mungkin bro & sist ada yang sedikit pusing membaca tulisan saya yang seabrek diatas. Oleh karena itu, saya akan membuat summary aksi yang dilakukan oleh Felix Baumgartner dalam 8 stage. Stage 1 dan 2 tentang penerbangan kapsul, stage 3 – 7 tentang loncatan hingga pendaratan dan stage 8 tentang pendaratan kapsul.

1. Peluncuran kapsul yang ditumpangi oleh Baumgartner.

2. Kapsul mencapai ketinggian maksimum sebesar 39.045 meter (128.100 kaki) setelah terbang vertikal selama 2,5 jam.

3. Felix menstabilkan tekanan kapsul, membuka pintu dan meloncat.

4. Pada ketinggian sekitar 30.000 meter (98.000 kaki), Felix mencapai kecepatan suara. Felix mencapai kecepatan maksimum sebesar mach 1,24 (1.342 Km/jam) 40 detik setelah loncatan.

5. Setelah mengalami freefall sekitar 03 menit 30 detik, gaya hambat udara menurunkan kecepatan freefall Felix karena densitas atmosfer yang semakin padat.

6. Felix membuka parasutnya pada ketinggian sekitar 2500 meter (8.200 kaki) atau pada 04 menit 16 detik setelah loncatan, lebih awal dari jadwal yang direncanakan. 3 detik setelahnya parasut terbuka sempurna.

7. Felix melakukan gliding dengan parasut sekitar 5 menit sebelum kemudian mendarat di daerah New Meksiko bagian timur.

8. Mission control room melepaskan balon dari kapsul dengan kontrol jarak jauh. Keduanya (balon dan kapsul) kembali mendarat ke bumi.

 

Adakah keuntungan dari aksi ini bagi perkembangan ilmu pengetahuan…???

Sebelum aksi ini, ilmuwan belum bisa memprediksikan efek apa yang akan terjadi pada tubuh manusia ketika mengalami terjun bebas terutama saat melampaui kecepatan suara. Namun, setelah aksi Felix, para ilmuwan baru dapat mempelajari dampak tersebut. Di mission control room, sejumlah ilmuwan mengumpulkan data – data yang dianggap penting selama Felix terjun. Data ini sangat berguna dalam pengembangan sistem parasut terutama untuk deployment pada high altitude. Misalnya sebagai pengembangan sistem emergency evacuation system saat terjadi situasi darurat saat pesawat ruang angkasa melintasi atmosfer (terutama stratosfer). Medical Director dari project Redbull Stratos, Dr. Jonathan Clark mengatakan,

We’ll be setting new standards for aviation. Never before has anyone reached the speed of sound without being in an aircraft. Red Bull Stratos is testing new equipment and developing the procedures for inhabiting such high altitudes as well as enduring such extreme acceleration. The aim is to improve the safety for space professionals as well as potential space tourists.

——————————————————Selesai———————————————————–
(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

Sumber :

Wikipedia.org

One comment on “Project Gila “Redbull Stratos” (Part 2)

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: