3 Comments

Lotus Engineering Software – Tool Powerful Untuk Analisis Performance Engine


Logo Perusahaan Mobil Sport Lotus dan Boot Picture Lotus Engineering Software

Pernahkah bro and sist mendengar kata Lotus ?? Salah satu jenis tanaman ?? Ya, memang Lotus (Nymphaea Lotus) adalah kata dalam bahasa inggris yang berarti teratai kalau dalam bahasa Indonesia. Tapi yang saya maksud Lotus disini adalah nama produsen mobil sport asal Eropa (Inggris kalo gak salah…).

Lotus F1 Team

Nah, perusahaan ini merilis sebuah software ciamik yang dinamakan Lotus Engineering software. software powerful ini sangat berguna bagi para mahasiswa Teknik Mesin, modifikator yang ingin meningkatkan tenaga kendaraannya (terutama roda 4) / ingin mengetahui efek modifikasi yang akan dilakukan atau para penggandrung dunia otomotif untuk memprediksi serta mensimulasikan performa mobil keseluruhan maupun ubahan pada sektor engine. software ini dilengkapi dengan 2 simulator environment utama yaitu Engine Simulation dan Vehicle Simulation.  Selain itu, software ini juga dipersenjatai 5 tool tambahan yang sangat berguna untuk membantu analisis utama yang dilakukan. 5 tool tambahan tersebut adalah Concept Tool, Friction Estimator Tool, Combustion Tool, Port Flow Tool dan Valve Train Tool. Karena Lotus adalah perusahaan pembuat mobil sport, maka kalkulasi software ini hanya diperuntukkan untuk simulasi total pada kendaraan roda 4. Kita masih dapat mensimulasikan performa sepeda motor namun hanya pada sektor engine saja melalui engine simulation environment.

Interface Menu Awal Lotus Engineering Software

Kita bahas komponen utama software ini yaitu engine simulation. Pada komponen inilah kita memasukkan parameter – parameter yang berkaitan dengan engine yang akan kita analisis seperti bore, stroke, compression ratio, valves timing-duration, fuel type, fuel calorific value, dll. Setelah parameter input kita definisikan maka output yang dihasilkan berupa datasheet, grafik dan animasi yang lumayan menarik. Bagi kita yang ingin menambahkan komponen peningkat efisiensi volumetris engine semacam supercharger maupun turbocharger, software ini dapat mensimulasikan efek yang ditimbulkan pada engine, apakah dengan penambahan komponen tersebut terjadi peningkatan daya yang relatif besar atau tidak. Saya rasa kelebihan satu ini belum dapat dikalahkan oleh software sejenis lainnya.

Interface Engine Simulation

Output Datasheet Hasil Simulasi

Output Grafik Hasil Simulasi

Simulator environment kedua yang tak kalah menariknya dari software ini adalah vehicle simulation. Tampilannya tidak beda jauh dengan engine simulation. Hanya saja parameter yang kita inputkan berbeda yaitu seperti total mass, coefficient of drag, frontal area, wheelbase, front & rear track, wheel rolling radius, tire rolling resistance, engine characteristic dan masih banyak lagi. Namun saya pribadi belum pernah menggunakan simulator environment kedua ini, maka saya kurang tahu bagaimana output yang dihasilkannya (sorry…..!!).

Interface Vehicle Simulation

Nah bro, sekarang setelah kita membahas 2 komponen utama software ini, mari kita tinjau 5 tool yang “diselipkan” pada software ini.

Concept Tool > Tool ini berfungsi men-generate beberapa parameter engine yang ingin kita desain hanya dengan memasukkan 3 input yaitu jumlah silinder, volume ruang bakar (cc) serta putaran saat daya maksimum terjadi (RPM). Ketika 3 input tersebut kita masukkan, maka secara otomatis parameter lain diantaranya bore, stroke, inlet & exhaust throat diameter, inlet & exhaust temperature, mean piston & inlet gas. Nah, setelah parameter yang tidak kita ketahui di-generate secara otomatis oleh tool ini, maka nilai – nilai parameter tersebut dapat dimasukkan ke engine simulation sebagai input simulasi yang kita akan jalankan.

Interface Concept Tool

Friction Estimator > Tool ini berfungsi untuk menganalisis gaya gesekan internal total yang terjadi saat engine sedang bekerja.

Interface Friction Estimator Tool

Combustion Tool > Tool ini berfungsi memprediksi bagaimanakah laju pembakaran bahan bakar yang terjadi pada ruang bakar, berapa banyak bahan bakar yang terbakar dan sisanya serta kenaikan tekanan pada ruang bakar saat pembakaran terjadi.

Interface Combustion Tool

Port Flow Tool > Tool yang satu ini berfungsi menyelidiki bagaimanakah pengaruh bukaan katup inlet terhadap beberapa parameter seperti jumlah udara yang masuk, discharge & flow coefficient.

Interface Port Flow Tool

Valvetrain Tool > Nah tool yang terakhir ini berfungsi untuk mempermudah kita mendesain mekanisme buka-tutup valve. Kita tinggal memasukkan beberapa parameter dan kita dapat melihat pengaruhnya dengan melihat displacement diagram yang ada. Kita juga dapat mendesain valve spring dengan bantuan tool ini.

Interface Valvetrain Tool

Salah satu kelebihan dari software ini tentunya adalah kredibilitas perusahaan pembuatnya. software ini dibuat tidak dengan main – main alias melalui proses riset panjang yang dilakukan oleh para automotive engineer di Research Center Lotus sehingga tidak diragukan lagi simulasi yang dihasilkannya. Tentunya apabila input parameter yang diberikan telah benar alias valid. Selain itu interface-nya terbilang user-friendly persis seperti Matlab-Simulink yang berupa diagram blok sehingga kita yang pertama kali menggunakan software ini dapat langsung dengan mudah menggunakannya. Pada paket installer-nya disertakan tutorial beberapa model simulasi engine sehingga dapat kita gunakan untuk self-study.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Begitu pula software ini. Beberapa kelemahanyang terdapat dalam software ini yaitu tidak disertakannya fitur help yang offline sehingga kita harus terlebih dahulu connect ke jaringan internet untuk dapat mengakses fitur help tersebut. Hal ini terkadang menjengkelkan bagi kita yang tidak mempunyai jaringan internet “24 hours ready” karena terdapat beberapa parameter input yang memerlukan nilai konstanta tertentu yang tidak dapat kita mengerti melainkan apabila kita mencarinya di fitur help tersebut atau pada engineering paper. Selain itu, yang terkadang menjengkelkan adalah software ini sering crash saat digunakan terutama saat kita ingin menghapus komponen pada blok diagram yang ada. Saat kita tekan tombol “delete” maka muncul kotak dialog yang mengindikasikan software mengalami crash. Tetapi untungnya dilengkapi dengan auto recovery system yang “mantab” menurut saya sehingga kita tidak perlu mengulang pekerjaan dari awal.

Nah bro & sist, sekian dulu ulasan saya tentang nih software. Supaya pada gak penasaran, nih saya kasih link download (software + crack) buat bro & sist sekalian untuk utak – atik sendiri nih software !!!! download here….

Nantikan postingan selanjutnya dari saya mengenai project simulasi sederhana dengan bantuan software ini…

Don’t miss it !!!!!

(Ahmad Fathonah)

————————-mechanicalengboy.wordpress.com————————

3 comments on “Lotus Engineering Software – Tool Powerful Untuk Analisis Performance Engine

  1. […] dari postingan sebelumnya (Mengenal Lotus & Persamaan Dasar Lotus), akhirnya setelah ane coba ubek – ubek dunia maya, […]

  2. gan capcha ny ga keluar

  3. jurusan S1 Mesin ITS ya mas?

Ayo teman - teman. Monggo dikeluarkan unek2nya !

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: